Jumat, 28 April 2017

Review Film Kartini

"Semua ilmu yang kita miliki, jika tidak dibagikan ke orang lain akan sia-sia".
#FilmKartini

Adegan Film Kartini

Setiap tanggal 21 April, Indonesia memperingati Hari Kartini. Bagi masing-masing pribadi makna Hari Kartini ini pasti berbeda-beda. Bagi saya pribadi Hari Kartini merupakan momentum atau pengingat bagi siapapun juga untuk senantiasa memperjuangkan hak-hak bagi para wanita, antara lain hak dihargai, dihormati, hak untuk memperoleh penghidupan yang layak, hak dalam ketenagakerjaan, hal dalam bidang kesehatan, hak dalam memperoleh pendidikan, hal dalam perkawinan dan keluarga dan hak dalam kehidupan publik dan politik.

Poster film Kartini

Kemarin 27 April 2017 bertepatan dengan hari ulang tahun saya dan ulang tahun perkawinan kami, kami menonton film garapan Hanung Bramantyo. Deretan bangku dalam studio XXI hampir semua terisi. Baik dari kaum muda sampai para orang tua (salah satunya ibuku hehe..). Hal ini menjadi penanda positif bagi dunia perfilman Indonesia yang semakin diminati masyarakat.


Beberapa hal yang saya catat setelah menonton film Kartini antara lain : 
  1. Sebagai wanita itu harus memiliki mimpi atau cita-cita yang besar.
  2. Sebagai wanita itu harus memiliki kemauan yang keras untuk menjadi pribadi yang maju seiring perkembangan jaman.
  3. Kebiasaan membaca merupakan kebiasaan yang baik, karena dapat memperluas wawasan.
  4. Kebiasaan menulis merupakan hal baik. Karena dengan menulis seseorang dapat menuangkan semua ide-ide dan gagasan agar dapat diketahui oleh banyak orang.
  5. Walaupun raga terpenjara, terkurung, atau "dipingit", namun jangan biarkan jiwa ini juga terpenjara.
  6. Seseorang hendaklah menjadi pribadi yang memiliki prinsip.

Kartini sedang menulis surat
Adegan Film Kartini

Adegan Film Kartini



Tiket nonton Kartini
Beberapa hal yang menjadi fokus perhatian saya tersebut lepas dari tradisi perjodohan yang terjadi pada masa itu. Semoga para perempuan Indonesia terinspirasi oleh perjuangan RA.Kartini dan mampu turut mendukung perkembangan bangsa Indonesia sesuai perannya masing-masing. ***


Kamis, 27 April 2017
My Birthday and our wedding anniversary 4th




Sabtu, 22 April 2017

Resensi Buku 60+ Cara Online Menghasilan Uang Saat Weekend

Sembah Nuwun Gusti...

Ini adalah resensi ke-5 saya yang dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat. Sebuah buku karya @Politwika ini bisa menemani dan memaksimalkan akhir pekan kalian untuk melakukan hal-hal positif yang mampu mengasah ketrampilan dan keahlian di era Teknologi Informasi dan Komunikasi/TIK dan yang lebih menyenangkan lagi, bisa menghasilkan uang. Buku ini salah satu buku yang saya pilih saat acara Ngayogbook 2017.


Cover Buku 60 Cara Online Menghasilkan Uang Saat Weekend @politwika
Kegembiraan dan kepuasan terpancar ketika melihat hasil karya di apresiasi oleh media. Walau awalnya ada keraguan apakah resensi dari buku ini dimuat atau tidak. Namun karena keberanian  dan kepasrahan pada karya Ilahi :) maka saya kirimlah hasil resensi saya ini ke media. 
Dimuat puji Tuhan, tidak dimuat menulis lagi... Dan silakan lihat hasilnya di bawah ini :  




Judul     : 60+ Cara Online Menghasilan Uang Saat Weekend
Pengarang : @Politwika
Penerbit  : Grasindo
Cetakan   : I, 2017
Tebal     : 370 halaman
ISBN      : 978-602-375-827-2


Akhir Pekan Dapat Uang


Ada banyak cara untuk mengisi akhir pekan selain dengan berekreasi. Salah satunya dengan melakukan kegiatan yang positif dan menghasilkan uang, yakni bekerja online menjadi freelancer. Bekerja online lebih fleksibel dan bebas karena dapat dikerjakan dimana saja seperti di kafe, rumah, bandara, kamar, dll serta dapat mengatur jam kerja sendiri sesuai dengan kebutuhan. Selain itu bekerja online juga dapat dikerjakan di luar pekerjaan formal atau kantoran, misalnya saat akhir pekan. Bagi generasi millennial(generasi Y) atau sering disebut dengan generasi yang melek teknologi, bekerja online saat akhir pekan bisa menjadi pilihan untuk menambah penghasilan dan bekerja sesuai dengan passion mereka.

Buku yang ditulis oleh tim kreatif pemerhati media sosial ini terdiri dari 60 bab yang setiap babnya berisi jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara online saat akhir pekan sesuai dengan keahlian dan passion seseorang seperti penulis e-book, editor dan proofreader, penulis transkrip, bloger, spesialis email marketing, instagramer dan masih banyak lagi. Pada setiap bab, pembaca dibimbing dengan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memulai pekerjaan tersebut seperti mengenali skill, membuat resume/portofolio, bergabung ke komunitas, mempromosikan ke media sosial, memperluas jaringan, dll. Tips-tips kerja yang dijelaskan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami memudahkan pembaca dalam mempraktekannya. Setiap bab dalam buku ini tidak harus dibaca secara berurutan, namun dapat dibaca secara acak sesuai keinginan pembaca.
    
     Penulis memberi petunjuk dengan sangat jelas disertai contoh yang dapat dijadikan acuan dan memudahkan pembaca untuk mempraktekkannya. Penulis juga memberi gambaran tentang pendapatan yang akan diperoleh jika memilih pekerjaan tersebut. Kisah-kisah sukses dan keberhasilan dari tokoh-tokoh luar negeri yang sudah terlebih dahulu menekuni pekerjaan tersebut disertakan untuk memotivasi pembaca, seperti Perez Hilton(Bloger), Alicia Rithama(Proofreader freelance), Daniel Arnold(Instagramer), Jeena Marbles(Youtuber), dll. Dengan ilustrasi gambar, penulis memberi kesimpulan disetiap akhir bab tentang langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memulai pekerjaan tersebut.

Buku ini baik dibaca dan sangat membantu bagi siapapun terutama kaum muda yang ingin bekerja sesuai dengan passion saat akhir pekan.*** 
    
Oleh:
Eva Laura


Resensi KR, Sabtu 22 April 2017
Bagi siapapun yang ingin menulis resensi, baca saja bukunya sampai habis, tulis resensinya, lalu kirim. Dan tunggu saja hasilnya....
Good Luck ya...!!!

Dan...
mari berkarya lagi..

Senin, 27 Maret 2017

Resensi Buku Menjadi Anugerah Bagi Pasangan


Judul         : Menjadi Anugerah Bagi Pasangan
Pengarang : BR. Agung Prihartana, MSF
Penerbit    : Amara Books
Cetakan    : I, Februari 2009
Tebal        : 114 halaman
ISBN        : 978-979-8485-65-2

Mencintai Itu Memberi

     Pria dan wanita diciptakan sepadan untuk dapat saling melengkapi, menyempurnakan dan menjadi penolong bagi yang lain, itulah maksud dan tujuan dari penciptaan. Lebih dari itu untuk dapat saling membahagiakan dan mensejahterakan satu sama lain mereka memutuskan bersatu dalam ikatan perkawinan. Namun perjalanan hidup perkawinan tak selamanya berjalan mulus, kadang dijumpai berbagai permasalahan yang dapat mengancam keutuhan keluarga, baik karena faktor intern(dari dalam) maupun ekstern(dari luar).

Buku yang terbagi dalam 5 bab ini mengajak para pasangan suami istri/pasutri untuk merefleksikan kembali hakekat dan makna perkawinan secara Katolik, yakni perkawinan sebagai Sakramen serta semakin menghayati arti keberadaan pasangan. Hasil survey disajikan dalam buku ini yang merupakan rangkuman dari angket yang dibagikan pada pertemuan lingkungan, rekoleksi dan weekend keluarga menerangkan beberapa hal yang dapat memicu konflik dalam perkawinan diantaranya pribadi pasangan, masalah ekonomi, pihak ketiga, anak-anak dan faktor lain. Beberapa kisah dan pengalaman suami istri disertakan dalam buku ini untuk memberi contoh nyata bagi pembaca tentang berbagai masalah yang kerap terjadi dalam hidup berumah tangga.

Dengan bahasa yang sederhana dan sangat mudah dipahami, isi bab demi bab dalam buku ini didasarkan pada ayat-ayat Kitab Suci, sehingga mampu memberi tuntunan rohani bagi pasutri untuk merealisasikan diri menjadi anugerah bagi pasangan serta mampu menguduskan dan menyelamatkan satu sama lain. Tiga cara yang bisa dilakukan pasutri dalam melaksanakan fungsinya dalam pengudusan hidup perkawinan juga tertuang dalam buku ini dengan penjelasan yang sangat mudah dipahami disertai pengalaman dari suami istri. Pada bab III pembaca diajak untuk melihat kembali sejarah dan latarbelakang serta perkembangan perumusan janji perkawinan yang menjadi inti Sakramen Perkawinan. Selain itu dijelaskan juga rumusan dan makna tersirat dari janji perkawinan itu sendiri. Penulis juga mengingatkan pasutri bahwa roh atau jiwa keluarga Kristiani adalah pengampunan dan rekonsiliasi. Dua makna kata “aku setia kepadamu” dalam janji perkawinan dijelaskan lebih mendalam dalam buku ini.

Buku ini membuat pembaca makin mengerti bahwa dalam perkawinan pasangan suami istri berpartisipasi dalam misteri besar Tuhan Yesus dalam menguduskan dan menyelamatkan dunia dan terlibat dalam karya penciptaan Tuhan. Bagi pasangan yang hendak memasuki ikatan perkawinan maupun yang sudah, buku ini baik dibaca untuk membantu menghayati dan menghidupi terus menerus kehidupan perkawinan serta menyadari bahwa betapa berartinya pasangan.***
Oleh:
Eva Laura

Saya dan Romo BR. Agung Prihartana, MSF yang sedang menandatangani bukunya

Bersama Romo BR. Agung Prihartana, MSF penulis buku Menjasi Anugerah Bagi Pasangan



Sabtu, 25 Maret 2017

Resensi Buku Wisdom


Cover Buku Wisdom

Harian KR edisi Sabtu, 25 Maret 2017


Judul     : 99 Wisdom
Pengarang : Gobind Vashdev
Penerbit  : Noura Book (PT Mizan Publika)
Cetakan   : I, Januari 2017
Tebal     : 222 halaman
ISBN      : 978-602-0989-71-6


Masuklah Lebih Dalam

     Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya sungguh amat baik. Semua yang diciptakan-Nya memiliki tujuan yang mulia baik itu tumbuh-tumbuhan, hewan dan terlebih manusia. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna diharapkan bisa hidup berdampingan dan selaras dengan alam dan sesamanya. Namun kemajuan teknologi, kesibukan dan keegoisan manusia membuatnya mengabaikan relasinya dengan Tuhan, sesama, lingkungan bahkan dengan dirinya sendiri.

99 kisah singkat dan sederhana yang ditulis oleh Gobind Vashdev ini mengajak siapapun untuk masuk ke ruang terdalam pada diri sendiri atau kedalaman hati untuk merefleksikan segala peristiwa yang terjadi dan dialami dalam hidup ini. Pada beberapa kisah, penulis menuliskan pengalaman kebersamaannya bersama Rigpa putranya. Setiap kisah menyadarkan siapapun untuk menerima kenyataan dalam hidup dengan hati yang ikhlas dan penuh rasa syukur. Seseorang diajak untuk memandang setiap peristiwa secara positif dengan keberanian untuk melepaskan segala ego dan belenggu-belenggu kelekatan diri pada apapun di dunia ini. Sikap-sikap penuh kebijaksanaan tertuang dalam buku ini mengajak pembaca untuk bersahabat, mencintai dan peduli dengan alam semesta dan bumi yang kita huni.

Pada salah satu bagian dalam buku ini terdapat pelajaran kebijaksanaan dari sebuah Pohon sebagai Guru Kehidupan. Buku pengembangan diri ini mengajarkan siapapun untuk berpikir bijaksana dan terbuka serta memahami lebih dalam sebelum memutuskan sesuatu. Melalui buku ini setiap pribadi diingatkan untuk selalu berbahagia dan menyadari bahwa segala yang terjadi di muka bumi ini atas ijin Tuhan. Dengan demikian seseorang diharapkan berserah dan percaya sepenuhnya pada Tuhan tanpa rasa takut dan khawatir. Bagian penting dalam setiap kisah di buku ini dicetak tebal untuk memberi penegasan. Pesan yang disampaikan dalam buku ini mengajak pembaca untuk menghargai hidup, memaknai hidup secara lebih sebagai sebuah mahakarya Sang Pencipta.

Manusia sebagai pribadi yang unik hendaknya merefleksikan setiap peristiwa dalam hidupnya agar semakin bijaksana dan mampu memaknai hidup secara positif. Buku ini baik dibaca siapapun dalam suasana tenang dan hening.***

Oleh:
Eva Laura

Respon Gobind (penulis) pada twitter


Rabu, 08 Maret 2017

Resensi Buku Pendekar Dollar

Cover Buku

Judul     : Pendekar Dollar
Pengarang : Indra Permana
Penerbit  : PT.Elex Media Komputindo
Cetakan   : I, 2017
Tebal     : 117 halaman
ISBN      : 978-602-02-9723-1


Kreatif karena “kepepet”

     Kondisi prihatin, kepepet dan kritik sosial mendorong seseorang berpikir kreatif dan melihat peluang di sekitarnya untuk menciptakan sebuah usaha/bisnis agar dapat bertahan hidup. Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini menyediakan peluang yang sangat besar bagi siapapun untuk dapat berbisnis online melalui internet. Dengan keberanian, nyali yang besar, rasa percaya diri, fokus, sikap rendah hati, kemauan yang keras serta totalitas untuk mau belajar hal baru serta membangun relasi dengan pihak lain, seseorang dapat mewujudkan impiannya mengembangkan bisnis online yang dicita-citakannya sehingga mampu menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi.
    
Pengalaman dari para pebisnis online seperti product creator, affiliate marketer, online shop, dll yang disertai dengan kiat-kiat dan kisah perjalanannya dalam meraih sukses yang tertuang dalam buku ini sangat menginspirasi dan memotivasi siapapun terutama kaum muda yang sedang berada dalam kondisi kepepet, pesimis, dan prihatin karena kondisi ekonomi. Berbagai pelajaran, stigma positif, pola pikir, pengorbanan, perjuangan dan jerih payah para pebisnis online yang ada di buku ini disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan akrab di telinga pembaca.

Pada salah satu bagian dalam buku ini dimuat hal-hal penting dalam mengembangkan bisnis seperti sikap positif, menjaga penampilan, dan menguasai produk(product knowledge). Buku ini diakhiri dengan tulisan dari Lahandi Baskoro(penulis buku National Best Seller “It’s My Startup” tentang keterbatasan dan rintangan yang sangat menginspirasi dan bisa menjadi sumber pembelajaran. Pembaca juga dapat menghubungi para pebisnis online yang berkontribusi dalam penulisan buku ini untuk memudahkan pembaca belajar lebih lanjut dengan yang bersangkutan sesuai dengan bidang yang diminati melalui kontak yang disediakan di bagian belakang buku ini.

Bagi siapapun khususnya kaum muda yang ingin mandiri secara finansial dengan memiliki kebebasan waktu dalam bekerja, tidak terikat jam kantor, dan mau belajar menjadi pebisnis online yang sukses dengan modal minimalis asalkan tekun, serius, mau bekerja keras, mau meluangkan waktu dan tenaga untuk belajar, serta menyisihkan dana untuk kursus dari mentor yang sudah berpengalaman dan menghasilkan, buku ini sangat cocok sebagai sumber inspirasi untuk wujudkan bisnis yang diimpi.***
Oleh:
Eva Laura

Kamis, 02 Maret 2017

Smart menggunakan Smartphone

Prihatin dengan situasi
Mengkritisi yang terjadi 
Menebar energi dengan berbagi 
Tulisan bagi pribadi
(eve)

Smart menggunakan Smartphone

Keberadaan internet memungkinkan informasi dari seluruh penjuru dunia dapat diakses di manapun kita berada. Melalui smartphone di genggaman, kita bisa memperoleh informasi tanpa harus berada di lokasi informasi itu berasal. Disamping itu, smartphone memberi kemudahan bagi siapapun untuk merekam peristiwa yang dilihat, didengar dan dirasakan di lingkungan sekitar serta mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan, foto, video maupun rekaman suara dan dengan mudah dapat disebarkan ke orang lain.
Dalam hal ini, seseorang sebaiknya dapat mengendalikan penggunaan smartphone dengan baik, bukan malah seseorang yang dikendalikan oleh smartphone. Terutama dalam menyebarkan rekaman maupun memposting sesuatu di media sosial. Saat menyebarkan hasil rekaman, sebaiknya seseorang memilih dan memilah terlebih dahulu apakah rekaman tersebut layak atau tidak untuk disebarkan ke orang lain. Smartphone juga membuat seseorang memiliki kecenderungan untuk tidak mau ketinggalan informasi terkini/terupdate dan menjadikan seseorang berlomba untuk menjadi agen informasi serta ingin menjadi yang pertama dalam menyebarkan informasi ke orang lain. Derasnya arus informasi ini harus disikapi secara cerdas dengan cara menyaring setiap informasi yang diterima dengan memastikan kebenaran informasi tersebut terlebih dahulu sebelum menyebarkannya ke orang lain agar informasi tersebut tidak menjadi berita bohong(hoax) dan merugikan pihak lain.

Media sosial memang ruang yang luas untuk bisa berbagi apapun, namun pikirkan dan refleksikan terlebih dahulu sebelum mengunggah atau memposting informasi di media sosial, apakah informasi yang di posting itu memiliki dampak positif bagi sekitar atau tidak. Seseorang, baik jika menebarkan informasi tidak hanya semata-mata demi kepentingan pribadi dan hanya untuk membangun citra diri serta eksistensi di mata orang lain, namun lebih memiliki nilai manfaat bagi sekeliling. Adanya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektornik(UU ITE) bisa menjadi kontrol bagi setiap pengguna media sosial untuk lebih berhati-hati dalam memposting dan menyebarkan informasi di media social. Mari menjadi pribadi yang smart dalam memanfaatkan smartphone untuk menciptakan kondisi sekitar menjadi lebih baik, menentramkan, mendamaikan, mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dengan menyebarkan informasi yang berguna dan benar, membangun dan bermanfaat bagi banyak orang. Disisi lain bagi para penikmat informasi, juga harus cerdas dalam menyaring setiap informasi yang diterima, dengan tidak mudah percaya dengan informasi yang kebenarannya belum bisa dipertanggungjawabkan. ***


Eva Laura 



Pikiran Pembaca KR Rabu (2/3)

Sabtu, 25 Februari 2017

Resensi Buku Selfie Writing for Authentic Personal Branding

Ini kali pertama saya berspekulasi membeli buku, seperti ungkapan "membeli kucing dalam karung". Biasanya sebelum membeli buku, paling tidak saya memegang buku itu, membaca-baca sekilas isi buku (baik di Toga Mas maupun Gramedia yang membolehkan buku untuk dibuka dan dibaca lebih dahulu sebelum dibeli). Namun karena penasaran dengan isinya karena judulnya "Selfie Writing for Authentic Personal Branding" (biasanya kan selfie foto ya...) karya AA Kunto A dan karena penulisnya yang sudah bisa dibilang berpengalaman memberi pelatihan menulis yakni seorang jurnalis senior harian Bernas Jogja (yang saya kenal melalui akun facebook dan instagramnya), dan karena saya ingin belajar banyak dari beliau maka saya memberanikan diri untuk memesan buku yang saat itu baru 80% selesai (pre order). Kabarnya buku ini harganya akan 3x lipat dari harga saat ini setelah 1 Januari 2017 maka sayapun bersegera memesannya via online, buku ini memang tidak dijual di toko buku.

Setelah beberapa minggu sejak saya memesannya, buku ini sampai juga di tanganku. Tidak rugi membaca buku yang sungguh sangat kaya ini. Menyelesaikan membaca seluruh halamannya dan meresensinya serta boleh membagikannya kepada para pembaca setia Harian Kedaulatan Rakyat merupakan kebahagiaan bagiku.

Selamat membaca, semoga bermanfaat.***


Resensi KR Sabtu, 27 Feb 2017


Judul     : Selfie Writing for Authentic Personal Branding
Pengarang : AA Kunto A
Penerbit  : Wanajati Chakra Renjana
Cetakan   : I, Januari 2017
Tebal     : 321 halaman
ISBN      : 979-602-98203-0-9


Dirimu adalah apa yang kamu tulis


     Setiap pribadi pasti memiliki keahlian, nilai diri, pengalaman dan keunikan masing-masing yang membedakan pribadi yang satu dengan yang lainnya. Keahlian dan pengalaman yang dimiliki jika dikembangkan dan dibagikan serta mampu menginspirasi banyak orang maka dapat meningkatkan citra diri(personal branding) seseorang. Saat ini banyak ruang yang bisa digunakan untuk mempromosikan dan membagikan pengalaman serta hasil karya agar orang lain semakin mengenal identitas seseorang melalui karya-karya yang diciptakannya misalnya dengan tulisan atau buku.

     Tulisan dalam buku ini menganalogikan foto tentang diri sendiri(selfie foto) dengan tulisan tentang diri sendiri(selfie writing) yang menggambarkan identitas, keunikan dan keotentikan seseorang. Dengan gambar dan ilustrasi yang menarik buku ini memuat 9 langkah dasar untuk membuat strategi personal branding. Buku yang berisi pengalaman pribadi penulis ini mengajak pembaca untuk memaknai setiap peristiwa kecil dan sederhana, manis maupun pahit baik yang dilihat, didengar maupun dirasakan, kemudian merefleksikannya dan mendokumentasikannya lewat tulisan lalu membagikannya agar mampu menginspirasi orang lain. Pengalaman yang dibagikan penulis meliputi pengalaman menjadi coach writer, copywriter, pengalaman saat berbicara tentang pendidikan, pengalaman saat memberi pelatihan menulis kepada para nara pidana, pengalaman dengan teman-temannya, pengalaman dengan hobinya, pengalaman dengan pilihan politiknya, dan masih banyak lagi. Dengan menggali sisi terdalam dalam diri serta memaksimalkan setiap potensi yang ada, pembaca dibimbing untuk menciptakan tulisan yang unik dan otentik yang layak dibagikan dan menginspirasi. Penulis juga memotivasi pembaca agar apapun kondisi dan hambatannya tetaplah dan teruslah menulis karena banyak hal yang bisa digali untuk bisa ditulis dan dibagikan.

     Buku ini menyertakan beberapa pertanyaan yang membantu pembaca merefleksikan pengalaman yang hendak ditulis itu layak atau tidak untuk dibagikan seperti apakah informasi yang ditulis itu dibutuhkan orang lain dan apakah informasi yang perlu ditegaskan dalam tulisan tersebut?. Selain itu juga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat tulisan yakni informasi harus benar, baik dan bermanfaat serta meyakinkan. Pengalaman penulis di berbagai peristiwa dan di setiap perjumpaannya dengan orang lain diceritakan dengan menggunakan kalimat sehari-hari dan kekhasan gaya bicaranya, bahasa yang santai, bebas, dan percakapan yang akrab sembari menyebutkan nama-nama pribadi yang terlibat serta melampirkan foto-foto yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Secara detil penulis menggambarkan situasi-situasi yang dialaminya seperti pengalaman berkunjung ke Kalimantan Timur(Sangalaki) dan pengalaman perjalanan menuju ke Jakarta. Nilai-nilai hidup dibagikan penulis melalui pengalamannya saat menulis di Timor Leste. Pengalaman penulis dalam mengembangkan kemampuan menulisnya juga dipaparkan dalam buku ini. Tulisan tentang berbagai pengalaman ini ditulis layaknya menulis buku harian.

 Buku ini baik bagi siapa saja yang ingin meningkatkan citra diri(personal branding) yang otentik dengan cara berbagi kisah hidup dan hasil refleksi dari setiap pengalaman dan perjumpaan sederhana namun penuh makna dalam bentuk tulisan yang mampu menginspirasi banyak orang.   

Oleh:
Eva Laura


Di keheningan menikmati kekayaan buku ini (foto by :@pakdewiro) Lokasi : Hutan Pinus Mangunan, Imogiri

Membaca dan Menulis